Tag Archives: Action

Surrogates

This is my THIRD post today. Kayaknya keilangan BB bener2 bikin aku kurang kerjaan dan jadi ngepost terus ya = =

surrogates_movie_poster_01

Kemaren aku abis nonton Surrogates, di XXI, sendirian. And guess what, satu baris tu cuma ada aku sendirian di tengah tengah. Creepy -.-”

Imagine a world, where you don’t have to do anything anymore. When all you need to do is lay down on your bed, while a robot, commanded only by your thought, go out there, and you feel whatever they feel, see whatever they see, hear whatever they hear. Shortly, they became you.

Nah, di Surrogates, you have that kind of live. Your surrogates go out there and act as you, while you’re save on your own home. Or, as they say

Human perfection. What could go wrong?

Satu hari, ada dua Surrogates dibunuh. Dan ternyata, operator / pengontrol mereka, juga mati. Otak mereka meleleh meen. Ternyata lagi, salah satu orang yang mati adalah Jarid, anak pencipta Surrogates. Atau lebih tepatnya, sebenernya yang diincar adalah pencipta Surrogatesnya itu *so sorry but I forget his name :D *

Agen Peters (Radha Mitchell) dan Agen Greer (Bruce Willis) adalah dua FBI yg menyelidiki kasus itu. Tapi, setelah pengejaran tersangka yang berakibat 5 polisi mati, plus pelanggaran perjanjian dengan kaum Dread – kaum manusia yang menolak Surrogates dan tetap menjalani hidup normal-  Agen Greer dan Agen Peters pun diskors. Bahkan, surrogatesnya Agen Greer rusak parah

Sementara, di rumahnya sendiri, Agen Greer mulai merasa ga nyaman dengan kehidupannya. dia merasa dia sama istrinya makin berjarak, tapi istrinya ga mau ngertiin. Dan saat dia di rumah sakit, istrinya malah pesta sama temen temennya. such a wife = =

Nah, karena Surrogatesnya rusak, dan dia penasaran sama kasus itu, jelas kan apa yang dilakukan Agen Greer? yep, right, dia memutuskan buat keluar tanpa memakai surrogates. Jelas aja ini menimbulkan penentangan dari banyak pihak. Tapi jelas Greer ga peduli dan tetep keluar tanpa surrogates. Malahan, waktu dia ke tempat kaum Dread buat menyelidiki soal si tersangka itu, dia mulai setuju sama kaum Dread – iye emang ketebak -

For the ending, well, I think it’s not hard for you to guess it, but I won’t give you spoilers :D Emang sih ceritanya biasa, plotnya lumayan ketebak, dan lumayan forgetful, tapi actionnya oke lah. dan endingnya oke I like it.lol

Lumayan buat ditonton, dan aku enjoy nontonnya :D

Male Newscaster : Still no official word on when, or if, surrogate services can be restored. It appears, at least for now… that we are on our own


♥ Ichetos, ♥ Harry Potter :3

HAPPY BIRTHDAY ICHETOS

Hey teman teman hari ini Icheto ulang tahun lohhhh

udah genap setaun sejak pertama kali kita kumpul di ICT 1 IPS 2, pertama kali kita jadi satu kelas yaitu ICT 66 / Gorila Senam / Icheto Racetho

Udah banyak banget yg kita laluin sebagai satu kelas, baik itu baik atau buruk. Gg terhitung banyaknya forum yg kita bikin buat nyelesain masalah masalah Icheto, eksternal maupun internal.

Kita tetep bertahan walaupun dapet pandangan miring dari orang lain, kita tetep bertahan walaupun dirasani, kita berjuang bersama menghadapi deadline dan nurdin yg mengejar.

Semua itu kita lakuin bersama, sebagai Ichetos

Biarpun sekarang aku, Hana, Tia, Sheila, dan Friska udah berpisah sama kalian, tapi Icheto akan selalu ada dalem hati kita

Sampai kapanpun, walaupun aku ada di kelas laen, Icheto akan selalu jadi keluarga keduaku

Love you all pals :)

harry_potter_and_the_half_blood_prince_ver19

Yap yap, kemaren aku akhirny bisa menonton Harry Potter and The Half Blood Prince :3

Thanks to Dini, Nia, Andika, Shofy, and Avin yg udah dengan sukarela merelakan diri bolos seharian demi ngantri tiket. Baik sekali kaliannnnnnnnn. Juga thanks to Yayah yg udah mau mengantarkan aku pulang :-B

Filmnya sih oke. Cukup menggambarkan ceritanya Harpot yg makin lama makin dark, dan yah, lumayan berhasil merangkum inti cerita dengan baik. Menurutku.

Emang ada beberapa scene yg dirubah, jelas dengan tujuan mendramatisasi film. Kayak scene di mana Bellatrix sama Fenrir Greyback nyerang rumah keluarga Weasley, which I think is a little unneeded, karena scene awal di Deathly Hallows kan take place di rumahnya keluarga Weasley. Kayak marriagenya Bill sama Fleur *yg gg kemention sma sekali, padahal seingetku mereka harusny udah ada di taun keenam ini. kalo aku gg salah inget sih :D * dan saat perdana menteri baru *aku lupa sapa namanya yg jelas dia auror dan dia nyebai sekali* nyerahin warisannya Dumbledore ke Harry, Ron, Hermione

Terus scene kissingnya Harry sama Ginny. Menurutku sih kalo nurut buku lebih oke, karena di buku kan mereka bener bener jadian. kalo di film kan mereka mash gg jelas gitu. kissing sih kissing, tpi apa mereka jadian? egag jelas kan. padahal itu cukup membumbui buku ke-7 di mana Harry berkali kali kangen sama Ginny dan terbebani karena mesti mutusin Ginny, untuk menghindari dia jadi alat Voldemort buat ngejebak Harry.

Juga ada dua missing scene yg menurutku sih penting. Detensi sama Snape, dan jelas, pemakaman Dubledore. Yah, detensi sama Snape gg ditampilin gg papa lah. Tapi pemakaman Dumbledore? Plis deh. Itu bener bener scene penting ya. I mean, apa sutradara sama script writernya gg baca buku ke-7? Halo, di buku ke-7 clearly written kalo Voldemort itu membuka paksa makamny Dumbledore untuk ngambil tongkat sihirny Dumbledore, the elder wand. Dan di film tu tongkat bahkan egag dikubur dan kagak jelas nasibnya. Sumpah ya, mambu.

Juga yg ngganjel banget itu, saat Snape ngasih tau Harry kalo dia half blood prince. I mean, njuk ngopo gituloh? Gg ada penjelasan knapa dia bisa jadi half blood prince. Seharusnya kan Hermione njelasin itu, dengan nemuin koran tentang Ellain Prince*kalo aku gg salah inget* yg kawin sama muggle dan merupakan ibunya Snape, which made him a half blood “prince”

Oh dan satu lagi, aku agak sebel sama adegan kematiannya Dumbledore -___- gg seru, egag kayak klimaks dari filmny itu sendiri. zzzz. Aku berharap itu bakal jadi adegan yg bener bener mendebarkan. tapi sayangnya egag :|

Tapi ya, overall filmnya bagus kok. Oke untuk ditonton, walaupun para pottermania yg udah baca bukunya mungkin akan kecewa.

Yah, itu semua cuma pendapatku. Gimanapun, aku gg bener bener ngeresensi filmnya. Hha. Aku ngeliat filmny dari sudut pandang seorang pottermania yg udah baca bukunya dan membandingkan kedua hal tersebut.  :D


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.